@aviucil

Rabu, 17 September 2014

Introducing Me

Kenalin gue salah satu manusia yang terlahir di tahun 1997 bulan Juli dan tanggal 2 tepatnya ada di Malang. Gue seringkali dipanggil ucil oleh teman - teman padahal nama gue Qudsiah Nur Avia dan orang tua gue seringkali

Selasa, 16 September 2014

Kota Ukir

Dari sisi etimologisnya Jepara dulunya menurut C. Lekkerkerker berasal dari kata Ujungpara. disebut ujungpara karena dahulu ada orang dari majapahit yang sedang berjalan melewati daerah yang sekarang disebut Jepara, melihat nelayan yang sedang membagi-bagi ikan hasil tangkapannya "membagi" dalam bahasa jawa adalah "Para" (dibaca: Poro), maka pengembara tersebut menceritakan di kota tujuannya bahwa dia melewati Ujung Para karena dia melewati ujung pulau Jawa yang ada yang membagi ikan. Yang kemudian berubah menjadi Ujung Mara, dan Jumpara, yang akhirnya berubah menjadi Japara pada tahun 1950an diubah menjadi Jepara hal itu dibuktikan adanya Persijap (Persatuan Sepakbola Japara). Kata Ujung dan Para sendiri berasal dari bahasa jawa, Ujung artinya bagian darat yang menjorok ke laut dan Para yang artinya menunjukkan arah, yang digabung menjadi suatu daerah yang menjorok ke laut. Letak geografis memang menempatkan Jepara di semenanjung yang strategis dan mudah di jangkau oleh para pedagang. Para dari sumber yang lain diartikan Pepara, yang artinya bebakulan mrono mrene, yang kemudian diartikan sebuah ujung tempat bermukimnya para pedagang dari berbagai daerah. Orang Jawa menyebut menyebut nama Jepara menjadi Jeporo, dan orang Jawa yang menggunakan bahasa krama inggil menyebut Jepara menjadi Jepanten, dalam bahasa Ingris disebut Japara, Sedangkan orang Belanda menyebut Yapara atau Japare.


Kamis, 09 Januari 2014

Fatin Dia Dia Dia


ini loh lagunya Fatin Sidqia Lubis :)

Selalu ku pikir bahwa aku tegar

Aku tak pernah menyangka kan begini

Dan saat engkau tak di sisiku lagi

Baru ku rasakan arti kehilangan

Ingin ku bicara, hasrat mengungkapkan

Masih pantaskah ku bersamamu

Tuk lalui hitam putih hidup ini

Saat engkau pergi, tak kau bawa hati

Dan tak ada lagi yang tersisa

Dia dia dia telah mencuri hatiku

Dan saat hari dimana kau tinggalkanku

Ku kira semuanya kan baik-baik saja

Dan kini baru ku sadari semua

Dia dia dia telah mencuri hatiku

Ingin ku bicara, hasrat mengungkapkan

Masih pantaskah ku bersamamu

Tuk lalui hitam putih hidup ini

Saat engkau pergi, tak kau bawa hati

Dan tak ada lagi yang tersisa

Dia dia dia telah mencuri hatiku

Ingin ku bicara

Tuk lalui hitam putih hidup ini

Saat kau pergi, tak kau bawa hati

Dan tak ada lagi yang tersisa

Ingin ku bicara, hasrat mengungkapkan

Masih pantaskah ku bersamamu (bersamamu)

Tuk lalui hitam putih hidup ini (hitam putih, hidup ini)

Saat engkau pergi, tak kau bawa hati

Dan tak ada lagi yang tersisa

Dia dia dia telah mencuri hatiku

Dia dia dia telah mencuri hatiku
Telah mencuri hatiku


Jumat, 08 November 2013

Puisi


Tak Terjamah
Karya : Qudsiah N.A
Sepimu takkan berarti
Jika semua itu hanya mimpi
Khayalan, kenyataan, keterpurukan
Itu semua tak akan mampu untuk membuatmu bangkit dari kegelisahan
Ingatlah mentari masih menyapamu dengan ramah
Menginginkanmu untuk melupakan yang tak terjamah
Senja merona masih menawarkan sejuta keindahan
Berharap kau masih menatap masa depan
Malam pualam pun masih memperlihatkan langit yang tersenyum manis
Yang menginginkanmu untuk melawan hati yang menangis
Bintang, apakah kau masih tetap pada pendirianmu ?
Untuk tersenyum manis kepada insan yang kau sayang
Yang tak terjamahpun menginginkanmu untuk kembali mangarungi hidup dengan sebuah senyum yang tak hambar
Hati ini tersayat ketika melihat bening air mata terjatuh di kelopak matamu
Bintang terang, tersenyumlah kembali seperti seidia kala
Jadikan yang tak terjamah kenangan terindah dalam hidupmu
Jadikan yang tak terjamah mimpi indahmu
Jangan jadikan yang tak terjamah sebuah alasan untuk membuatmu melupakan masa depan dan semangatmu yang dulu kala selalu mambara hilang oleh kerdipan mata
Pohon yang rapuh menginginkanmu untuk menjadi sandaran seperti dahulu
Embun pagi merindukan sapaan manis darimu yang selalu tersenyum hangat untuk dunia
Ayolah, jadikan tak terjamah sebagai semangat hidupmu
Diri ini berharap dikau menjadi sosok bidadari yang penuh dengan ketegaran
Karna ketegaran sesungguhnya adalah mampu menahan butir air mata.
Disini kamu masih ada pagi merekah yang siap menghangatkanmu.

Teruntuk bintang dari pagi merekah 9mar2013

cerpen kebudayaan


Double Date Pesona Wayang Klitik
                                Ketika sang surya mulai menampakkan warna keemasannya .  Semilir angin membawa kehangatan dipagi hari yang cerah ini. Kicau burung mengalun lembut bersamaan gemericik air yang mengalir di sela bebatuan. Telihat jelas suasana pedesaan yang enak dipandang oleh mata. Keindahan alam yang yang seolah membuat mataku terpukau oleh Agung-Nya kuasa Allah. Terdapat keramaian di dalamnya, para penjual sudah memenuhi jalanan maupun pasar.
                “ Hai, maulida ning desane kene kok rame to ?gak koyo biasane yo.. emange ono opo leh.?” Tanya seorang pemuda yang tampan, tinggi dan gaya bicara yang sok keren.
                “ Men, kowe lali opo nglali to? Mengko bengi iku ono pertunjukan wayang klitik. ” balas Maulida seorang gadis kecil mungil nan ayu rupanya.
                “Ono acara opo si. ? ” tanya romen dengan raut wajah penasaran sembari mengingat – ingat.
                “ Men2, kowe ki wes pikun yo ?, mengko kan ono acara sedekah bumi utowo syukuran desa amargi hasil panen melimpah ing desa Wonosoco  kita yang tercinta ini.” jawab maulida dan mencoba menjelaskan.
*
                Sambil melihat – lihat para penjual yang sedang berjualan, Maulida mengajak Romen untuk membeli makanan diantara penjual yang sudah menempatkan diri di pasar sejak dini hari tadi. Selang beberapa menit Maulida dan Romen sudah membeli makanan yang mereka butuhkan, kemudian mereka melanjutkan perjalanannya ke kantor desa ( tempat pertunjukan wayang diadakan ) untuk melihat persiapan – persiapan yang dilakukan oleh panitia sedekah.
                “Maulida,sedekah bumi atau syukuran hasil panen iku opo to ?.” tanya Romen.
                “ Lho, kowe gak ngerti to men ? sedekah bumi utowo syukuran hasil panen iku bentuk rasa syukur kito karo Gusti Allah amargi ingkang Kuwasa menehi panen sing melimpah akih .” jelas Maulida.
                “ Maulida, hubungan sedekah bumi karo pertunujukan wayang iku opo to ya ? .” Tanya Romen (sambil menggaruk kepalanya ).
Maulida dengan menatap Romen “ Hubungane yoiku.. sedekah lan wayang kulit inggih punika satu kesatuan adat istiadat ingkang sampun kalampah pirang – pirang tahun umpamane wayang iku gak di gawe pertunjukkan iso gawe panen tahun ngarep kuwi gagal.”
Di sela-sela perbincangan Romen dan Maulida tiba-tiba Avi dan Lian datang menghampiri. Mereka juga ingin ikut menonton persiapan pertunjukan wayang klitik. Lalu, mereka berempat pergi ke kantor balai desa. Selama dalam perjalanan ke balai desa, mereka melihat-lihat pameran dan para pedagang yang berjualan. Ketika sampai di Balai Desa Romen terkagum karena persiapan-persiapannya sudah matang.
‘‘ Wah, sae tenan ya pamerane opo maneh mengko bengi.. ” ucap Avi
“  Lhah iyaaa dong.” Balas Maulida.
 Sekitar jam empat sore, meraka berempat pulang dan akan kembali ke Balai Desa nanti malam untuk menonton pertunjukkan wayang klitik.
“ Mengko ojo lali yo kumpul neng kene meneh. ” jelas Maulida.
**
                Pukul delapan malam Balai Desa Wonosoco sudah ramai di penuhi para pengunjung dan para pedagang. Semua antusias menonton pertunjukkan wayang klitik tapi Maulida dan Romen belum sampai ditempat. Avi dan Lian lama menunggu, hingga akhirnya tiba – tiba Romen dan Maulida menepuk pundak mereka berdua. Avi dan Lian serentak mereka berkata “ ciyeeeeee….”.
                Mereka berempatpun sangat menikmati salah satu budaya di desanya itu yaitu pertunjukan wayang klitik bagi mereka,  pertunjukan wayang klitik itu sanagt menarik, bisa menambah wawasan bahwa kebudayaan seperti itu seharusnya dilestarikan dan sebenarnya kebudayaan yang ada di Indonesia sangat banyak dan belum terdeteksi. So, kita sebagai generasi muda perlu melestarikan dengan menjaganya kalo perlu kenalkan kepada negara luar.



• Finir •


Created by : Cak Mat, Ginanjar, Ucil, Titin  R.A